Faktor hormon dalam alat reproduksi wanita


ESTROGEN, pemeran utama
Hormon adalah zat kimia pembawa pesan yang bekerja di dalam tubuh. Puluhan hormon yang terdiri dari struktur zat kimia itu saling bekerja sama mengatur fungsi tubuh. Ada dua sumbu utama penghasil hormon di tubuh. Pertama adalah HPG(hipotalamus pituitary gonad) dan yang kedua adalah HPA (hipotalamus pituitary adrenal).
Hormon pertama berasal dari hipotalamus, turun ke hipofisis dan berakhir di gonad (ovarium pada wanita dan testis pada pria). Hormon yang dihasilkan di antaranya adalah estrogen, progesteron dan testosteron. Sedangkan hormon yang dihasilkan oleh kelenjar anak ginjal (HPA) di antaranya adalah hormon insulin dan kortisol.
Ketika lahir, setiap manusia sudah dibekali oleh berbagai macam hormon dengan masing-masing fungsinya. Ketika mulai meningkat dewasa, hormon-hormon itu semakin lengkap, yaitu ketika hadirnya hormon estrogen, progesteron dan testosteron yang dihasilkan oleh ergan seks yang sudah cukup matang (gonad). Hormon-hormon seks tersebut pada dasarnya dipunyai baik oleh pria maupun wanita.
Yang berbeda adalah kadarnya. Pada wanita, estrogen dan progesteron memegang peranan penting. Sedangkan pada pria adalah androgen. "Pada tahap inilah perubahan fisik pada tubuh mulai terlihat. Misalnya, payudara yang membesar pada wanita dan suara yang berubah pada pria".
Seperti sekuntum bunga yang baru akan mekar, pada masa pubertas, kerja hormon-hormon tersebut belumlah stabil. Koordinasi kerja otak dengan ovarium sebagai salah satu penghasil hormon utama, baru akan sempurna pada usia 17 tahun. Dan mulai tidak seimbang lagi ketika wanita memasuki usia 40 tahun. Disaat itu, ovarium sudah 'tua' dan tidak dapat bekerja sebaik dulu, sehingga estrogen yang dihasilkan pun menjadi berkurang. Karena itulah, kemudian muncul gejala yang dinamakan sebagai pra-menopause (sebelum menopause).

Sepanjang usia, hormon dalam tubuh wanita mengalami kenaikan dan penurunan secara berkala. Pada saat menjelang ovulasi, produksi hormon-hormon dalam tubuh wanita akan meningkat jumlahnya, terutama FSH (follicle stimulating hormoneluteinizing hormone) dan estrogen. Dua atau tiga hari setelah ovulasi, hormon-hormon tersebut akan kembali menurun dan digantikan oleh meningkatnya produksi hormon progesteron, sampai menjelang akan haid kembali. Demikian seterusnya.
Sebagai hormon wanita utama, estrogen dan progesteron berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Oleh karenanya, ketika produksi hormon itu berkurang, dengan sendirinya kerja hormon-hormon lain dalam tubuh pun akan terpengaruh. Akibatnya, tubuh pun renta terhadap penyakit karena daya tahannya ikut menurun.
Kenali seluk beluk hormon 'kewanitaan' ini, dan manfaatkan penemuan-penemuan baru dibidang kedokteran.

Hormon dan Reproduksi
Sistem reproduksi merupakan kesatuan kerja dari otak, kelenjar hipofisis, ovarium dan uterus. Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi tak hanya satu atau dua, melainkan lebih dari itu. Hormon-hormon seperti estrogen, progesteron, LH dan FSH bekerja menyampaikan pesan dari satu organ ke organ yang lain untuk mengubah kadar hormon tertentu. Dengan demikian, terjadilah proses seperti pematangan telur, pelepasan telur, penebalan endometrium untuk menerima hasil konsepsi (jika terjadi pembuahan), dan peluruhan dinding rahim yang berwujud sebagai haid. Hormon-hormon tersebut bekerja pada satu siklus penuh, sejak hari pertama haid, ovulasi hingga menjelang haid berikutnya.

0 komentar:

Poskan Komentar